Aksara Ka-Ga-Nga atau Surat Ulu, Huruf Kuno Asli Sumatera Selatan

Aksara KaGaNga

Pernah lihat jenis huruf di atas sebelumnya? Bentuknya lancip dan miring ke kanan. Ternyata jenis huruf di atas adalah jenis huruf Ulu atau disebut juga aksara Ka-Ga-Nga, yang berasal dari kebudayaan Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Seperti huruf Yunani yang dimulai dengan alpha, beta sehingga dinamakan alphabet, maka aksara ini disebut dengan aksara Ka-Ga-Nga karena urutan huruf-huruf tersebut dimulai dengan ka, ga, dan nga.

Sejarahnya, aksara ini awalnya berasal dari daerah Curup yang menyebar ke daerah-daerah yang dilalui aliran Sungai Musi. Aksara ini ditemukan di dalam temuan-temuan megalit seperti batu bersurat, prasasti, kitap-kitap kaghas, dan sebagainya. Untuk membedakan aksara Ka-Ga-Nga yang digunakan di SumSel dan di luar SumSel, maka aksara ini dinamakan Surat Ulu oleh masyarakat setempat.

Aksara Ka-Ga-Nga yang digunakan di Sumsel dan luar Sumsel
Aksara Ka-Ga-Nga yang digunakan di Sumsel dan luar Sumsel

Awalnya, Surat Ulu ini digunakan sebagai aksara utama di daerah Sumatera Selatan, tertutama pada abad ke-13 sampai abad ke-19.  Namun sejak tumbuh dan berkembangnya Kerajaan Islam di Indonesia, Surat Ulu mulai ditinggalkan penggunaannya. Konon katanya, pada saat kesultanan Palembang Darussalam mulai berjaya tahun 1600-an, penggunaan aksara resmi pada surat berubah menjadi aksara arab gundul. Kemudian pada saat Indonesia dikuasai oleh Belanda, maka penggunaan aksara resmi berubah menjadi aksara latin yang kita kenal sekarang.

Sejarah belum mencatat kapan pasti munculnya Surat Ulu.  Namun, dari penelitian terhadap temuan megalit basemah yang berupa batu bersurat dan bergores, maka diperkirakan usia cikal bakal surat Ulu dimulai sejak 2500 tahun Sebelum Masehi.  Goresan yang ditemukan di batu-batu megalit tersebut diprediksi merupakan induk atau awal munculnya Surat Ulu. Selain pada batu, Surat Ulu juga ditemukan pada tanduk kerbau, maupun ruas bambu.

Namun jika Anda masih ingin melihat eksistensi dari Surat Ulu ini maka mampirlah ke Kota Pagaralam Sumatera Selatan. Selain dipenuhi oleh pemandangan Gunung Dempo yang indah, ternyata plang nama jalan-jalan di Pagaralam juga dilengkapi dengan aksara Ka-Ga-Nga.   Kurator Museum Negeri Sumsel juga menyatakan bahwa sampai sekarang masih ada ratusan Surat Ulu yang tersimpan di rumah-rumah warga di daerah Pagaralam, Lahat dan Muara Enim.  Surat Ulu yang ada di rumah-rumah warga tersebut tersimpan dalam bentuk pahatan di guci-guci, dinding rumah sebagai dokumen peringatan atau bentuk kerajinan lainnya.

Aksara KaGaNga
Salah satu plang jalan di Kota Pagaralam Sumsel

Jika sedang jalan-jalan ke Palembang, tapi tidak sempat mampir ke Pagaralam, maka Anda juga dapat melihat Surat Ulu di Museum Balaputra Dewa. Surat Ulu masih tersimpan kitap-kitap, yaitu Kitap Kaghas. Selain itu, Anda juga dapat berkunjung ke Museum Sriwijaya dan menengok replika batu-batu yang masih memakai Surat Ulu.  Harapannya, Surat Ulu dapat dilestarikan sebagai bentuk salah satu warisan kekayaan bangsa, karena Indonesia memang sangat kaya, setuju?

Aksara Ka-Ga-Nga atau Surat Ulu, Huruf Kuno Asli Sumatera Selatan
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,869 times, 1 visits today)

Psikolog klinis dan dosen, penikmat kopi, penyuka jalan-jalan, dan masih punya cita-cita untuk jadi penulis.

1 Comment

  1. William Collins
    June 23, 2016

    These characters ultimately derive from India. Most of the early scripts in Southeast Asia (Javanese, Balinese, Khmer, Thai, Burmese) show a kinship to the Huruf Ulu of Sumatra. The script is also found among the Bugis and in the Philippines. A similar script is found among the Batak and Korinci in Sumatra. I think the Huruf Ulu script in South Sumatra was originally inscribed on bamboo with a knife tip, giving the distinctive shapes. The pusaka manuscripts held by Besemah and other groups are generally believed to represent an important connection to the nenek-moyang of the family, and so are preserved with great care and reverence.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *