Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Mencicipi Lezatnya Nasi Minyak Palembang

Mencicipi Lezatnya Nasi Minyak Palembang

NM Header

Kekayaan kuliner nusantara sudah tidak usah diragukan lagi. Bahkan dunia sudah mengakuinya! Situs sekaliber CNN bahkan merilis 50 daftar makanan terenak di dunia dan 2 besarnya ditempati oleh makanan dari Indonesia yakni Rendang dan Nasi Goreng. Bayangkan, untuk varian olahan nasi saja Indonesia memiliki berbagai macam varian. Nasi goreng, nasi uduk, nasi liwet, nasi bakar, nasi kebuli dan masih banyak lagi. Nah, di kesempatan ini saya akan membahas salah satu olahan nasi tradisional khas kota Palembang. Apa itu? Yup, Nasi Minyak.

NM 5
Nasi Minyak

Hah, nasi minyak? Jadi nasinya dicampur dengan minyak, gitu? Tentu saja bukan. Nasi minyak adalah nasi yang dimasak dengan minyak samin dan beberapa bumbu, diantara lainnya ketumbar, adas manis, jintan, pala, bawang Bombay, bawang putih, tomat dan berbagai jenis bumbu lainnya. Sekilas, tampilan nasi ini mirip seperti nasi kuning atau nasi biryani namun rasanya lebih khas dengan aroma yang lebih lembut, tidak terlalu keras seperti nasi biryani dan warnanya lebih gelap ketimbang nasi kuning.

Banyak sekali warung yang menjual nasi minyak di Palembang. Namun, 2 restoran ini saya rekomendasikan kepada pelancong yang berencana mencicipi nasi minyak khas Palembang. Di mana sajakah itu?

  1. Nasi Minyak H.Abuk
NM 3
Nasi Minyak H.Abuk

Nasi minyak H.Abuk terletak di Jl.DR.M.Isa No.9 tepatnya tak jauh dari gerbang utama Pasar Kuto Palembang (stt, di sini juga pusatnya penjualan durian, lho!). Warung nasi Minyak H.Abuk (H Abdullah) sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Dulunya, nasi minyak ini diperuntukkan bagi keluarga kesultanan Palembang dan hanya tersedia di hari Jumat saja. Namun, seiring perkembangan zaman, kini nasi Minyak Palembang dapat ditemukan setiap hari.

NM 4
Nasi Minyak beserta lauk pauk

Harga nasi minyak H.Abuk tidaklah malah, yakni sekitar Rp.10.000 perĀ  porsi. Namun, biasanya orang memakan nasi minyak dengan lauk pauk berupa burung goreng, malbi daging (semacam rendang namun lebih manis), telur, ayam dan tak ketinggalan sambal nanas. Harga masing-masing lauk bervariasi.

Sayangnya, warung nasi minyak H.Abuk hanya buka hingga pukul 18:00 saja. Lantas, bagaimana jika ingin mencicipi nasi minyak Palembang di malam hari? Restoran kedua ini dapat dijadikan pilihan.

  1. Rumah Makan HAR

Rumah makan HAR memang identik dengan martabak HAR yang terkenal itu. Namun, sesungguhnya hampir sebagian besar warung HAR di Palembang juga menyediakan menu nasi minyak. Menu pelengkapnya juga sebagian besar sama dan biasanya tersedia sate di sini. Silakan dipilih warung HAR yang banyak terdapat di sepanjang jl.Sudirman.

NM 2
Nasi Minyak di Martabak HAR Restoran

Nasi minyak ini rasanya sangat enak. Tak heran dulu nasi minyak sempat dijadikan menu andalan sebuah maskapai asing ketika chef asal Palembang Farah Quinn menjadi duta in-flight meal-nya. Keren banget kan? Oh ya, nasi minyak ini juga dikenal di Provinsi Jambi. Kebetulan saya sudah mencicipi nasi minyak paling terkenal di Jambi dan menurut saja sedikit berbeda karena di Jambi nasi minyaknya berwarna lebih kuning dan nasinya lebih kering serta dimakan dengan kari kambing/ayam.

NM 1
Nasi minyak ala Jambi

Walau begitu, baik nasi minyak Palembang atau Jambi, semuanya bersatu padu memperkaya khazanah kuliner nusantara.

Mencicipi Lezatnya Nasi Minyak Palembang
5 (100%) 2 votes
(Visited 2,622 times, 1 visits today)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *