Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Menunjuk Gunung Jempol Sumsel

Menunjuk Gunung Jempol Sumsel

Lurah dituruni, bukit didaki. Semangat yang tidak kenal lelah, itu yang terus dijaga ketika melakukan mendakian perdana saya di Bukit Besak (1700 mdpl), Lahat, tempat wisata Sumsel. Besak dalam bahasa Indonesia artinya besar, selain ukuran bukitnya yang lebih besar penamaan ini juga karena ada cerita sejarah di  masa penjajahan dimana pribumi menggunakannya untuk menyelamatkan diri ditambah lagi kita bisa melihat kota Lahat dengan leluasa, serta indahnya Gunung Dempo di Pagaralam dari kejauhan.

Perjalanan menuju ke Lahat bisa ditempuh dalam 5 – 7 jam dan  melalui beberapa cara. Dari Palembang, traveller bisa menggunakan kereta api dari Stasiun Kertapati dengan harga tiket Rp 35.000/orang. Bisa juga menggunakan bus Telaga Biru di Terminal Karya Jaya dengan harga Rp 50.000/orang atau ingin lebih cepat bisa gunakan travel gelap dengan harga kisaran Rp 70.000 – Rp 90.000/orang tergantung nego. Tapi sebisa mungkin untuk tiba di Lahat sebelum malam karena jika tidak akan sulit menemukan kendaraan untuk mengantar kita ke desa Tanjung Beringin tempat mulainya mendakian.

Dari stasiun Lahat atau terminal bisa diteruskan dengan angkot yang ongkosnya Rp 20.000/orang dan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Di perjalanan ke desa Tanjung Beringin traveller bisa menyiapkan masker atau semacamnya karena selain angkotnya merupakan mobil bak terbuka yang di modiikasi sedemikian rupa disana juga banyak area tambang yang penuh debu dan asap yang jelas cukup mengganggu napas dan merusak mata.

Bila sudah kemalaman bisa menginap dulu di rumah kepada desa dengan membayar uang kebersihan dan keamanan. Disana juga banyak warung cemilan dan makanan berat lainnya mengingat Bukit Besak sudah populer di kalangan pendaki dan wisata Sumsel. Sebaiknya mulailah pendakian dari pagi, pertimbangan udara yang segar dan bisa lebih santai berjalan harus traveller pikirkan karena daerah ini panasnya terik ketika siang hari. Pendakian normal bisa di tempuh sekitar 2,5 jam. Tapi berhubung saya newbie dan expektasi saya berbanding terbalik dengan realita, perjalanan saya kemarin menghabiskan waktu 3,5 jam. Realitanya di 10 menit pertama traveller  akan disuguhi pemandangan perbukitan dengan melewati jembatan yang dibawahnya ada sungai lebar dan berbatu besar, suara airnya akan menenangkan dan biasanya setelah turun Bukit para pendaki akan mandi disungai ini.

Selanjutnya 1 jam pertama traveller ditemani jalur coran yang rapi dan mulus dengan beberapa kali tanjakan terjal. Semantara sisanya adalah jalan tanah yang hampir semuanya terjal. Semangat saya sendiri sebenarnya sudah terkuras saat di jalur coran yang faktanya bisa di lalui oleh motor. Warga sekitar juga menyediakan jasa antar sampai shelter 2 yaitu sampai batas coran dan tidak sedikit yang memanfaatkan jasa ini. Di shelter 2 terdapat warung yang menyediakan nasi uduk dan gorengan serta makanan kecil.

Gunung Jempol

Di jalur kedua traveller akan mulai merasa terjalnya Bukit Besak. Tapi kuncinya nikmati saja perjalanannya. Berhenti ketika lelah dan diisi dengan foto-foto bisa menambah semangat tapi ingat tetap harus hati-hati. Pemandangan terbaik di bukit ini adalah yang menghadap ke Gunung Jempol yang merupakan icon Lahat dan waktu terbaiknya adalah sunrise dan sunset. Di puncak bukitpun panas siangnya masih terasa terik jadi traveller juga sudah harus prepare topi atau menegakkan tenda sebelum panas datang. Walaupun penuh perjuangan tapi seperti banyak pendaki lain di puncak-puncak lainnya juga ucapkan, bahwa semua itu akan terbayar lunas oleh pemandangan indah yang menyejukkan mata, menenangkan hati.

Selamat mendaki dan jangan buang sampah sembarangan.

Menunjuk Gunung Jempol Sumsel
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,247 times, 1 visits today)


9 thoughts on “Menunjuk Gunung Jempol Sumsel”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *