Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Menyusuri Legenda Goa Putri di Sumatera Selatan

Menyusuri Legenda Goa Putri di Sumatera Selatan

“Konon menurut legenda, dahulu di sini pernah hidup seorang putrid bernama Putri Dayang Merindu bersama keluarganya. Pada suatu hari di saat sang puteri sedang mandi di muara sungai Semuhun, lewatlah seorang pengembara di tempat itu. Takkala melihat sang sang Puteri, timbul perasaan ingin menyapa. Namun, saat itu tidak mendapat perhatian sama sekali sehingga merasa gusar. Sombong sekali puteri ini, diam seperti batu, ujarnya. Tiba-tiba saja, tubuh puteri Dayang Merindu berubah menjadi batu.”

Goa Putri Palembang

Itu adalah secuil kisah mengenai Legenda Goa Putri yang tertulis di sebuah batu besar tak jauh dari mulut goa. Goa Putri adalah salah satu objek wisata andalan daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang terletak 230 km dari kota Palembang atau 23 Km dari kota Baturaja. Letaknya sendiri tak jauh dari Air Terjun Bedegung yang sebelumnya saya tulis di HelloPalembang.com

Untuk menuju lokasi Goa Putri ini memang harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada satupun angkutan umum yang melewati Goa Putri. Hal ini dikarenakan letak Goa Putri yang berada di kawasan hutan sekitar 15 menit perjalanan dari jalan utama Baturaja-Muaraenim.

Goa Putri Palembang

Namun jangan dibayangkan bahwa ini adalah goa yang sempit dan gelap. Nyatanya, goa putri berukuran sangat besar. Bibir goanya saja dapat dilewati oleh rombongan pengunjung sekaligus. Namun begitu, pengunjung harus berhati-hati karena goa ini gelap. Oleh pengelola memang disediakan lampu-lampu yang dapat menyinari jalan. Namun tetap saja harus berhati-hati.

Goa Putri Palembang

Biaya untuk masuk ke goa ini cukup Rp.5000 saja perorang dan biaya parkir kendaraan sebesar Rp.10.000. Pengunjung dapat menemukan kolam besar berdiameter 20 meter yang dialiri oleh air Sungai Semuhun yang bermuara di Sungai Ogan. Suasana di sana juga sangat nyaman. Pepohonan besar melindungi pengunjung dari terik sinar matahari. Di sini juga terdapat beberapa gazebo yang dapat digunakan secara gratis jika pengunjung kebetulan membawa bekal dari rumah. Yang penting harus jaga selalu kebersihan dan membawa alas untuk duduk. Jika tiba waktu sholat, tersedia juga mushola di sana.

Goa Putri Palembang

Apa yang ada di dalam goa? Terdapat banyak sekali stalaktit dan stalakmit berukuran besar yang bisa jadi terbentuk puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu. Jika dipukul, stalaktit dan stalakmit ini menimbulkan suara. Namun begitu sekali lagi harus berhati-hati jangan sampai merusaknya. Oh ya, sebelum masuk, kami diingatkan oleh penjaga untuk menjaga sikap, perkataan dan perbuatan selama berada di dalam. “Agar penunggunya tidak marah,” ujar si bapak penjaga. Oalaah.

Goa Putri Palembang

Uniknya goa ini, pengunjung tidak akan masuk dan keluar di jalan yang sama. Begitu berada di dalam, pengunjung akan menuju sebuah lubang lagi yang berada di sebuah undakan. Tersedia tangga kayu di sana. Begitu keluar, ternyata sudah berada di sisi samping goa namun letaknya di atas ketinggian. Nah untuk keluar menuju area parkir, tinggal menyusuri saja jalan setapak yang ada di samping goa. Jalanan ini ditutupi oleh pepohonan dan tumbuhan rambat sehingga tidak terlihat dari bawah. Keren, bukan?
Yang jelas, Goa Putri cocok sekali dikunjungi bagi pengunjung yang suka wisata alam dan suka hal-hal berbau petualangan. Menyusuri jalan setapak di dalam goa itu seru-seru dag-dig-dug. Nggak percaya? Coba saja kunjungi goa putri secara langsung! Dijamin nggak akan menyesal!

Menyusuri Legenda Goa Putri di Sumatera Selatan
4 (80%) 2 votes
(Visited 5,945 times, 1 visits today)


2 thoughts on “Menyusuri Legenda Goa Putri di Sumatera Selatan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *