Pasar Jum’at di Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Jika berwisata di Palembang, jangan lupa berkunjung ke Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Palembang atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Palembang. Masjid yang berdiri sejak abad 18 dan arsitekturnya dipengaruhi gaya Indonesia, China dan Eropa ini memberikan pengalaman wisata religi.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Aktivitas masyarakat yang datang di masjid yang berlokasi Jalan Jendral Sudirman no 1 Kel 19 Ilir, Kec Bukit Kecil, Palembang ini tidak hanya untuk melaksanakan shalat saja. Jika berkunjung ke masjid terbesar di kota Palembang ini pada hari Jum’at, ada tradisi unik yang bisa kita temui setiap hari Jum’at di Masjid Agung Palembang.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Halaman Masjid Agung Palembang ini dipenuhi pedagang kaki lima (PKL)  yang menjual barang dagangannya. Para pedagang menjajakan dagangan mereka mulai  dari sebelum hingga  setelah sholat Jum’at. Ya, kawasan Masjid Agung Palembang ini sangat ramai dengan aktivitas jual beli pasar tumpah atau pasar dadakan setiap Jum’at.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Hari Jum’at memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang ini. Beraneka ragam barang dijual mulai dari pakaian, celana panjang, peci, sepatu, Al-Qur’an, buku-buku Islam, minyak wangi perlengkapan sholat hingga berbagai macam makanan.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I
Pedagang Gulo Puan

Bahkan ada makanan langka khas Palembang seperti Gulo Puan (gula yang terbuat dari susu kerbau)  hingga Kue Pari (kue berbahan dasar tepung ketan dan didalamnya diisi kepala parut dan gula merah).

Kue Pari
Kue Pari

Selain itu ada juga pedagang yang menjual obat-obat tradisional seperti minyak kalajengking beserta kalajengking hidup hingga pedagang batu akik yang ikut menjual barang dagangannya di pasar Jum’at ini.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Pasar Jum’at di kawasan Masjid Agung Palembang ini banyak peminatnya loh. Karena harga yang ditawarkan memang jauh lebih murah dibandingkan tempat lain. Bahkan ada barang-barang yang hanya bisa didapatkan di Pasar Jum’at ini saja.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I
Pedagang Batu Akik

Biasanya jama’ah sholat Jum’at di masjid Agung akan langsung santap siang di gerobak-gerobak pedagang makanan disini. Seperti sate padang, bakso hingga nasi padang pun tersedia.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Para pembeli mengaku merasa praktis membeli barang-barang di pasar Jum’at ini. Apalagi dengan harga yang jauh lebih murah dan kwalitas barang yang sama seperti di toko. Sehingga mereka tidak perlu susah-susah untuk pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I

Masyarakat pun berbondong-bondong membeli barang kebutuhan mereka di Pasar Jum’at. Aktivitas memborong barang dagangan di Pasar Jum’at ini menjadi pengalaman wisata religi dan wisata belanja sekaligus di Masjid Agung Palembang.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I
Pedagang pakaian bekas

Para pedagang ini datang dari berbagai penjuru kota Palembang bahkan ada juga yang datang dari luar kota Palembang. Sejak sebelum sholat Jum’at aktivitas jual beli sudah terlihat dan semakin ramai setelah sholat. Para pedagang pun membubarkan diri sebelum waktu sholat Ashar.

Ayo berwisata religi dan wisata belanja di Pasar Jum’at Masjid Agung Palembang :D. Pantengin tiket murah ke Palembang disini ya.

Pasar Jum’at di Masjid Agung Palembang
5 (100%) 1 vote
(Visited 907 times, 1 visits today)
Jurnalis TV lokal di Palembang, penulis indie yang mengejar mimpi masuk major publisher, penyuka jalan-jalan, pecinta kopi, cokelat dan es krim, senang merajut dan menjahit baju

5 Comments

  1. M. Aulia Ramadhani
    June 3, 2015

    Ini kadang jadi alternatif ke dua setelah minggu pagi di cinde hehehe 😀

    Reply
  2. Nina
    June 4, 2015

    Subhanallah, culture di Palembang memang unik 🙂

    Reply
  3. suzan
    June 4, 2015

    Iya Nina, cobain aja berburu barang-barang di pasar Jumat

    Reply
  4. yokowacko
    June 4, 2015

    sampe sekarang belom pernah nyoba yg namanya gula puan, hahaha. Makanan bangsawan Sriwijaya jaman dl ya katanya?

    Reply
    1. Suzan
      June 16, 2015

      Wajib coba yoko

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *