Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Perahu Ketek, Menikmati Kesederhanaan Sungai Musi di Kota Palembang

Perahu Ketek, Menikmati Kesederhanaan Sungai Musi di Kota Palembang

Kalau lagi jalan-jalan ke Palembang, kurang pas rasanya kalau tanpa berkunjung ke Sungai Musi. Sungai Musi merupakan pusat sumber kehidupan di kota Palembang. Sedari dulu setiap sendi kehidupan di kota ini berasal dari Sungai Musi, dimana penduduk asli Palembang tinggal dan membangun rumah mereka di sepanjang sungai.

Jembatan Ampera
Wisata Sungai dengan Latar Belakang “Icon” Kota Palembang, Jembatan Ampera

Secara geografis Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu kawasan Seberang Ilir di utara dan Seberang Ulu di selatan. Mata air Sungai Musi berasal dari sembilan sungai besar, yaitu Sungai Musi itu sendiri, Sungai Komering, Sungai Rawas, Sungai Lakitan, Sungai Leko, Sungai Kelingi, Sungai Lematang, Sungai Semangus, dan Sungai Ogan. Kesembilan sungai ini dinamakan Batang Hari Sembilan.

Tur Sungai Musi dapat dimulai dengan datang ke dermaga-dermaga yang berada di pinggir sungai. Di sana, Anda akan menemukan perahu motor yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan sebutan “perahu ketek”. Tentu ketek yang dimaksud disini bukan ketek yang berarti ketiak ya? Hehehe.. Di sebut ketek karena konon katanya mesin motor di atas perahu mengeluarkan bunyi “tek-tek-tek-tek”.

Dermaga BKB Sungai Musi
Perahu Ketek Berbaris di Dermaga BKB

Salah satu dermaga perahu ketek yang populer dan dipakai wisatawan adalah dermaga yang terletak di Benteng Kuto Besak (BKB). Di sana banyak perahu ketek yang berlabuh di pinggir sungai. Biasanya para pengendara perahu ketek akan berebut menawarkan jasa. Harga tur sungai per perahu bisa bermacam-macam. Biasanya antara Rp.100.000,00-Rp.150.000,00 tergantung kepiawaian Anda dalam tawar-menawar.

Tur Sungai dimulai dengan menyusuri Sungai Musi menuju ke Pulau Kemaro. Pulau Kemaro adalah sebuah delta kecil di Sungai Musi yang terletak sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera. Di Pulau Kemaro terdapat klenteng Hok Tjing Rio yang sering dikunjungi umat Kong Hu Cu untuk berdoa atau berziarah ke makam.

Pulau Kemaro
Pulau Kemaro, Delta Kecil di Sungai Musi

Jika Anda ingin berkunjung sejenak ke Pulau Kemaro, mintalah pengendara ketek untuk menunggu. Biasanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, proses transaksi bayar-membayar dilakukan sewaktu kembali sampai ke Dermaga BKB.  Ga mau kan kalau tiba-tiba ditinggal di tengah pulau? Hehehe Namun, jika tidak sempat berkunjung dan ingin melakukan wisata sungai saja, cukup bilang dengan pengendara ketek untuk mengantar Anda kembali.

Perjalanan Tur Sungai Musi menuju Pulau Kemaro ditempuh selama kurang lebih 30 menit, dan perjalanan pulang selama kurang lebih 40 menit. Mengapa perjalanan pulang lebih lambat? Hal ini dikarenakan ketika pulang kembali ke Dermaga BKB, Perahu ketek akan melawan arus sungai. Nah, di atas perahu tolong  menjaga barang bawaan ya… karena ombak sungai yang cukup besar terkadang menyebabkan perahu oleng ke kiri dan ke kanan.

Sungai Musi
Rumah Penduduk di Pinggir Sungai Musi

Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi kehidupan masyarakat Palembang di pinggir Sungai, mulai dari rumah-rumah, penduduk yang bersantai, ibu-ibu yang mencuci pakaian, anak-anak yang mandi atau bermain, bahkan potret kesibukan industri (terutama distribusi pupuk Sriwijaya), ataupun rumah-rumah terapung yang berada di atas sungai, yang biasanya menjual bahan bakar untuk parahu-perahu yang lewat.

Pom Bensin Terapung
“Pom BBM” Khas Sungai Musi
Sepakbola
Sepak Bola Rakyat di Pinggir Sungai

Bagaimana, tertarik untuk menyusuri sungai terpanjang di Pulau Sumatra? Disinilah kita bisa melihat potret kehidupan masyarakat asli Palembang, sekaligus ditemani dengan latar belakang Jembatan Ampera. Tentu saja, jika ditambah dengan cemilan dan indahnya matahari sore akan membuat perjalanan lebih menyenangkan!

Perahu Ketek, Menikmati Kesederhanaan Sungai Musi di Kota Palembang
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,445 times, 1 visits today)


7 thoughts on “Perahu Ketek, Menikmati Kesederhanaan Sungai Musi di Kota Palembang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *