Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Santap Ragit Nan Lemak, Makanan Khas Puasa di Palembang

Santap Ragit Nan Lemak, Makanan Khas Puasa di Palembang

Sobat traveller, ulasan kali ini saya mau berbagi salah satu jenis kuliner yang boleh dikatakan jarang ditemui sehari-hari ketika di Palembang. Ragam kuliner Palembang asli bisa dikatakan hampir punah. Barangkali yang terlintas di benak kamu begitu dengar apa wisata kuliner di Palembang? Pertama pasti akan menyebut pempek dan turunannya sebagai makanan primadona. Memang kepopuleran pempek nomor wahid se-nusantara.

Ragit

Nah, kali ini ada salah satu jenis makanan yang menjadi primadona saat menyambut bulan Ramadhan. Namanya Ragit, semacam dadar gandum yang di panggang dengan cetakkan khusus lalu dimakan dengan kuah kari. Bentuk makanan ini seperti roti jala dari India, dibentuk segitiga dan bisa pula seperti dadar gulung. Kalau kamu pernah makan salah satu kuliner khas Palembang yaitu martabak Tambi atau martabak HAR, nah Ragit ini menggunakan kuah kari sebagai penambah gurihnya.

Ragit

Ragit

Di Palembang sendiri keberadaan penjual ragit bisa dihitung dengan jari dibanding pempek. Saya sebagai warga Palembang, baru pertama kali ini makan Ragit. Itu pun saya tidak sengaja ketemu sama penjualnya saat saya sedang lewat pasar Bedug menjelang buka puasa. Dari informasi saya jadi tahu bahan dasar dari Ragit sendiri terbuat dari terigu, telur, dan garam. Sedangkan untuk kuah karinya ada rebusan kentang, santan kelapa, daging, dan bumbu kari. Biasanya Ragit terlebih dahulu diadon dengan cara didadar, sedangkan kuahnya nanti dibuat belakangan.
Sepertinya Ragit ini menarik untuk kita coba bikin, kalau kamu punya waktu lebih dan mau mencicipi enaknya Ragit, berikut resep ragit yang bisa kita contoh:
Bahan Ragit :

  • 150 gram tepung terigu
  • 2 butir telur
  • 1 sdt garam
  • 400 ml air

Bahan dan Bumbu Kare Daging :

  • 500 gram daging terderloin/ has dalam, potong dadu 2 x 2 cm
  • 30 ml minyak sayur untuk menumis
  • 20 gram lengkuas, iris-iris
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 4 lembar daun kare
  • 1 liter santan sedang
  • 2 sdm bumbu kare bubuk
  • 1 sdt kaldu bubuk instan rasa daging
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt penyedap rasa
  • 2 sdm gula pasir
  • 10 buah cabe rawit

Haluskan :

  • 1 sdt merica
  • 50 gr kemiri goreng
  • 3 bh cabe merah
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 sdt jinten

CARA MEMBUAT RAGIT KHAS PALEMBANG :

  1. Campurkan semua bahan ragit menjadi satu. Aduk sehingga tercampur rata dan menjadi adonan yang licin, lalu saring.
  2. Tuang adonan kedalam cetakan bercorong atau plastik segitiga, dadar diatas pendadar seperti sarang laba-laba hingga matang. Angkat, lakukan hal yang sama hingga adonan habis. Sisihkan.
  3. Membuat Kare. Tumis bumbu halus, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, dan daun kare hingga harum. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna. Tuang santan, bubuhi bubuk kare, kaldu bubuk, garam, penyedap rasa, dan gula pasir. Masak sambil sekali-kali diaduk hingga matang dan bumbu meresap. Sesaat akan diangkat masukkan cabe rawit, aduk.
  4. Sajikan ragit bersama kare daging selagi hangat.

Ragit

Oleh karena jarangnya penjual Ragit, jenis makanan ini perlu dilestarikan takutnya akan punah karena waktu. Ragit banyak dijual pada bulan Ramadhan, kita tinggal datang saja ke pasar bedug terdekat. Berhubung saya tidak menjalankan ibadah puasa, saya menikmati jalan ke penjual yang menjajahkan dagangan sembari mencicipi makanan yang saya suka. Di luar bulan puasa, ragit hanya dijual pedagang komunitas Arab, seperti di Pasar Kuto, Pasar Cinde atau daerah Sayangan. Dan biasanya dijual dalam partai besar.

Santap ragit paling enak dengan kuah kari yang panas dan potongan irisan cabe yang banyak. Kalau kata orang Palembang, lemak niannnn…! Tak sabar rasanya menunggu untuk bisa berwisata dan berburu Ragit di Palembang.

Santap Ragit Nan Lemak, Makanan Khas Puasa di Palembang
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,453 times, 1 visits today)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *