Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Tahu Sumedang Re-nyah Sumsel

Tahu Sumedang Re-nyah Sumsel

Melanjutkan postingan saya beberapa minggu lalu tentang Danau Ranau yang menyisipkan tahu sumedang yang termahsyur dari Sumsel, kali ini akan kita beri ruang khusus untuk si Tahu asal Jawa Barat ini.  Siapa sih yang tidak kenal tahu sumedang. Popularitasnya jangan ditanya lagi, nusantara. Tidak harus jauh-jauh pergi ke Sumedang untuk menikmati tahu yang dilumuri biang tahu dan digoreng dengan minyak panas tersebut. Diberbagai daerah sudah banyak terdapat penjual Tahu Sumedang dengan cita rasanya tersendiri.

Tahu Sumedang
Tahu Sumedang Renyah

Termasuk orang Sumsel yang tak mau kalah mengambil perhatian penikmat kuliner dengan Rumah Makan Tahu Sumedang Renyah-nya. Rumah makan yang sempat diluluh lantakan angin puting beliung pada penghujung 2014 ini sudah terkenal yang dicari para pelancong. Tempatnya memang bukan di Ibu Kota Sumsel tapi yang datang tetap ramai. Letaknya di Jalan Lintas Prabumulih-Palembang KM 15 Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim atau tepatnya tak jauh dari tugu selamat datang kota Prabumulih. Walaupun di jalan lintas banyak orang-orang dari kota Palembang yang rela berkendara 2 sampai 3 jam untuk sampai di tempat makan ini. Tahu yang lembut dan berbau aneh membuatnya diminati. Dengan jargon-nya bebas formalin dan borax sukses membuat pelanggan merasa aman ditengah maraknya berita soal makanan dari bahan-bahan berbahaya.

Tahu Sumedang
Tahu Seumedang Hot Version

Selain tahu, rumah makan yang panjang bangunannya kurang lebih 20 meter ini juga menjual aneka jajanan pasar seperti lemper, tempe goreng pedas, combro, oncom dan lain-lain. Tapi yang paling saya suka adalah tahu sumedang versi pedas-nya. Selain pedas yang sudah terasa digigitan pertama, sayuran sebagai isian tahu juga sedap. Terdiri dari kol dan wortel (hanya itu yang saya kenali) sayurnya tidak asam, renyah dan yang penting bisa menetralisir pedas yang berasal dari tepung yang membalut si tahu sumedang.

Untuk traveller yang tidak biasa makan pedas, lebih baik menghidari menu ini karena untuk saya yang suka pedas saja dibuat kewalahan dengan efek setelah makan 2 tahu. Pedasnya awet dan untuk mengatasi pedas yang awet menurut saya adalah minum air hangat dan bersikaplah tenang (walaupun bibir jontor dan lidah terasa terbakar) dengan menarik nafas panjang beberapa kali –itu yang biasa saya lakukan-. Tapi setelah pedasnya hilang saya makan lagi 3 biji. Nagih.

Tahu Sumedang
Tempat Memesan Tahu Sumedang

Untuk harga, tahu sumedang biasa Rp 1.500/ buah dan yang hot version Rp 2.000/ buah. Sementara untuk jajanan pasar lainnya kisaran Rp 1.500 – Rp 2.000/ buah. Harga yang masih masuk akal untuk sebuah tahu bukan. Rumah makan yang didominasi kayu ini juga menyajikan makanan khas Bandung lainnya seperti siomay, batagor, soto bandung juga bajigur.

Tahu Sumedang
Bebas Borax dan Formalin

Tempat makan yang bersih dan terawat membuat kita merasa nyaman saat menyantap makanan. Meskipun saya merasa kurang banyak pohon di tempat ini. Mungkin karena letaknya yang tepat di pinggir jalan utama yang di lewati mobil-mobil bermuatan besar, membuat debu-debu merajalela. Selain itu daerah ini terlihat gersang dan panas. Kalau di tumbuhi beberapa pohon, saya rasa tidak akan mengurangi lahan tempat parkir kan. Tempat parkir yang luas (dan parkir gratis hhaha.. ) dan tersedia masjid menjadi nilai plus tempat ini. Selain itu pegawainya juga cekatan dan sigap melayani pelanggan.

Di daerah lain pasti juga ada tahu sumedang yang jadi andalan. Selamat berburu tahu guys.

Tahu Sumedang Re-nyah Sumsel
5 (100%) 2 votes
(Visited 1,970 times, 4 visits today)


3 thoughts on “Tahu Sumedang Re-nyah Sumsel”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *