Tradisi Unik 17 Agustus-an di Palembang

Upacara Bendera di BKB

Semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tahun juga sangat terasa di kota Palembang, tidak hanya kota lain di Indonesia.

Seperti di kota lain di Indonesia, di Palembang juga digelar aneka jenis lomba khas 17 Agustus-an mulai dari lomba balap karung, lomba kelereng, makan kerupuk, lomba tarik tambang hingga lomba panjat pinang.

Selain dimeriahkan dengan banyaknya bendera Merah Putih di setiap sudut kota dan aneka lomba permainan tradisional tersebut. Di Palembang terdapat beragam tradisi unik 17-an yang hanya ada di kota pempek.

1. Telok Abang

Telok Abang

Di peringatan HUT Kemerdekaan RI, Telok Abang lengkap dengan perahu, pesawat terbang dan mobil-mobilan yang terbuat dari kayu atau gabus bisa dijumpai hampir di setiap sudut kota Palembang.

Tradisi telok abang sudah menjadi tradisi nenek moyang dan turun-temurun sejak zaman kolonial Belanda hingga kini. Telok Abang adalah telur rebus yang berwarna merah. Asal mula Telok Abang ini dimulai sejak peringatan Ulang Tahun Ratu Belanda Wilhelmina II saat Indonesia masih dijajah Belanda.

Untuk memeriahkannya, masyarakat Kota Palembang membuat telur yang dicat merah. Awalnya telok abang ini menggunakan telur itik, namun kini dengan telur ayam.

2. Festival Perahu Ketek Hias

Festival Ketek Hias

Setiap tahun tidak hanya di peringatan HUT Kota Palembang, di bulan Juni, masyarakat ataupun para pelancong yang datang ke kota Palembang di bulan Agustus, bisa menyaksikan puluhan perahu ketek hias yang memenuhi Sungai Musi.

Peserta menghias perahu dengan bermacam bentuk dan menghias perahu dengan berbagai ornamen terutama bendera Merah Putih. Perahu ketek hias tersebut melakukan parade perlombaan 17 Agustus-an. Rute perahu ketek hias ini melintasi dari sekanak hingga ke kawasan Ampera menyusuri Sungai Musi.

Di tahun ini lomba perahu ketek hias digelar pada Minggu, 16 Agustus 2015. Para pengunjung pun datang berbondong-bondong ke Benteng Kuto Besak Palembang menyaksikan kemeriahan suasana 17 Agustus-an yang di selenggarakan Pemerintah Kota Palembang ini.

3. Festival Layang-Layang

Festival Layang- Layang di Palembang

Pemerintah Kota Palembang juga memberikan hiburan unik lainnya, yakni Festival Layang-Layang. Pada Minggu, 16 Agustus 2015, masyarakat dan pengunjung menyaksikan langit Palembang dipenuhi dengan aneka jenis layang-layang berwarna Merah Putih.

Para peserta pun terlihat sangat antusias memainkan layang-layang, seolah tak peduli dengan teriknya matahari. Festival layang-layang ini adalah rangkaian memeriahkan 17 Agustus. Para peserta pun bisa bersaing dalam lomba saling adu layang dan lomba kreasi layang-layang.

4. Pengibaran Bendera Raksasa

Pengibaran Bendera Raksasa

Ada tradisi unik lainnya yang dilakukan di Palembang, sejak beberapa tahun terakhir yakni pengibaran bendera raksasa. Bendera Merah Putih sepanjang 3000 meter dikibarkan di pelataran Benteng Kuto Besak ( BKB) Palembang, pada Senin,  17 Agustus 2015.

Sama seperti dilakukan pada tahun sebelumnya, namun di tahun ukuran bendera dibuat lebih besar dalam waktu 5 hari 5 malam. Perwakilan pelajar sekota Palembang, dan alumni LKS kota Palembang menjadi bagian sebagai pasukan pengibar bendera yang memecahkan rekor MURI ini.

5. Festival Perahu Bidar

Festival Perahu Bidar

Puncak dari peringatan HUT Kemerdekaan RI di kota Palembang adalah Festival Perahu Bidar. Menonton lomba Perahu Bidar adalah agenda wajib bagi yang berkunjung ke Palembang pada peringatan HUT Kota Palembang di bulan Juni atau HUT RI.

Sungai Musi pun menjadi ajang memacu dayung hingga finish perahu bidar setiap peserta. Tidak hanya masyarakat Palembang, wisatawan lokal dan mancanegara ikut menonton pertandingan yang digelar di Sungai Musi didepan pelataran Benteng Kuto Besak Palembang tersebut.

Nah bagi yang penasaran, pastikan di tahun mendatang, menikmati meriahnya dan uniknya peringatan HUT Kemerdekaan RI di kota Palembang. Siapkan tiket kalian ya, Palembang menunggu-mu.

Tradisi Unik 17 Agustus-an di Palembang
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,448 times, 1 visits today)

Jurnalis TV lokal di Palembang, penulis indie yang mengejar mimpi masuk major publisher, penyuka jalan-jalan, pecinta kopi, cokelat dan es krim, senang merajut dan menjahit baju

2 Comments

  1. NinaFajriah
    August 18, 2015

    Yang bendera raksasa aku baru tau tahun ini 🙂

    Reply
    1. Suzan
      August 18, 2015

      Ini setelah selesai upacara pagi

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *