Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Wisata Religi ke Masjid Lawang Kidul Palembang

Wisata Religi ke Masjid Lawang Kidul Palembang

Siang terik matahari tak menghalangi seorang bocah laki-laki pergi ke masjid. Di depan pintu masuk masjid, tak jauh dari tempat wudhu, seorang laki-laki paruh baya yang mengenakan kopiah hitam duduk menghadap laki-laki tadi sambil membetulkan kemaja sang bocah. “Salat yang bener-bener. Jangan main-main,” ujarnya.

Jam menunjukkan Pukul 11:30 WIB. Tampak suasana di pelataran masjid masih sepi. Hanya ada dua sepeda motor dan satu mobil parkir di sana. 30 menit lagi masuk waktu salat Dzuhur.

Masjid Lawang Kidul
jama’ah Masjid Lawang Kidul

Kesan pertama kali datang ke Masjid Lawang Kidul ini seperti kembali ke masa perkembangan Islam di Palembang. Bagaimana tidak, arsitektur masjid yang dibangun pada 1310 Hijriah (1890 Masehi) ini masih tetap kokoh dan dipertahankan keaslian bangunannya hingga sekarang.

Menurut catatan sejarah, Masjid Lawang Kidul dibangun di atas tanah seluas 2.104 meter persegi yang diwakafkan oleh ulama Palembang kharismatik Ki. Mgs. H. Abdul Hamid bin Mgs. H. Mahmud alias K. Anang.

Ki. Mgs. H. Abdul Hamid dikenal sebagai Kiai Merogan. Sebutan ini karena aktivitas dakwah Kiai Merogan banyak dilakukan di kawasan muara Sungai Ogan, salah satu anak Sungai Musi yang terletak di Seberang Ulu, Palembang.

Gapura Lorong Masjid Lawang Kidul
Gapura Lorong Masjid Lawang Kidul, JL.Selamet Riyadi, Palembang

Masjid Lawang Kidul Palembang terletak di Jalan Selamet Riyadi, Lorong Masjid Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Letaknya di tepi sungai Musi (seberang Ilir). Dengan tetap berdiri kokoh Masjid Lawang Kidul hingga saat ini menunjukkan bahwa pada masa hidupnya Kiai Merogan melakukan dakwah Islam di kawasan Sungai Musi (seberang Ilir hingga seberang Ulu) Palembang.

Untuk mencapai ke Masjid Lawang Kidul cukup mudah. Jika dari pusat Kota Palembang (Pasar 16 Ilir) naik angkot tujuan Sayangan – Lemabang. Ongkos transportasinya Rp4.000 per orang. Kira-kira jaraknya 5 Kilometer. Selama perjalanan di angkot, jangan lupa bilang ke sang sopir angkot, minta turun di Masjid Lawang Kidul. Jadi, sang sopir bisa berhenti tepat sesuai yang diminta penumpang.

Gerbang Masjid Lawang Kidul
Gerbang Masjid Lawang Kidul Palembang

Turun dari angkot, masuk Lorong Masjid Lawang Kidul. Ke lokasi masjid, kita cukup berjalan kaki sambil melihat-lihat rumah penduduk setempat yang rapat sebagian masih mempertahankan bentuk rumah kayu. Menyusuri lorong yang hanya selebar 2 meter itu, tak akan terasa jauh sekitar 300 meter akan bertemu Masjid Lawang Kidul yang kuno dan kharismatik ini.

Sebelum masuk masjid, ada baiknya terutama bagi pengunjung perempuan agar menutup aurat (mengenakan jilbab). Himbauan ini berdasarkan plang bertuliskan “Kawasan Menutup Aurat” di area halaman masjid.

Tanah Wakaf Kiai Merogan
Informasi Tanah Wakaf Kiai Merogan

Ada sebuah prasasti bertuliskan informasi mengenai masjid yang berdiri tersebut di atas tanah wakaf Kiai Merogan terletak di depan masjid. Kemudian masuk ke pintu di sebelah utara, ada sebuah informasi bahwa bangunan Masjid Lawang Kidul direnovasi (bangunan tambahan) yang dimulai pada 7 Januari 2008 s.d 20 Juni 2012 dari sodaqoh muslimin muslimat.

Masjid Lawang Kidul
Renovasi Bangunan Tambahan Masjid Lawang Kidul Palembang

Saat masuk ke dalam masjid, sentuhan arsitektur kuno masih tampak dipertahankan. Beberapa tiang yang tinggi terbuat dari kayu dan tambahan kaki pondasi diperkuat dengan cor semen dilapisi keramik agar kokoh. Seluruh lantai masjid dipasang keramik yang tampak menawan dan mengkilap.

Pada mimbar interior ukiran khas Palembang yang diberi warna keemasan pada bagian tepi anak tangga dan atasnya. Pada bagian kusen dan pintunya tampak mempertahankan gaya arsitektur pada jaman dulu. Atap genting masjid berbentuk Limas menyerupai sejumlah masjid kuno yang ada di Kota Palembang, seperti: Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin II dan Masjid Kiai Merogan di Kertapati, Seberang Ulu, Palembang.

Seperti apa sih bentuk masjid yang lain peninggalan masa perkembangan Islam di Palembang? Nantikan aja liputan saya berikutnya. Selamat berjalan-jalan yah.

Wisata Religi ke Masjid Lawang Kidul Palembang
5 (100%) 1 vote
(Visited 910 times, 1 visits today)


3 thoughts on “Wisata Religi ke Masjid Lawang Kidul Palembang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *