Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Wisata Sejarah di Kota Palembang bagian 2 (Finished)

Wisata Sejarah di Kota Palembang bagian 2 (Finished)

Hello Travellers..

Menjelang weekend, tentunya paling seru kalau kita bahas tentang tempat-tempat alternatif untuk berlibur, rehat sejenak dari rutinitas kerja dan bisnis yang ga akan ada habisnya. Kita ga ingin dong weekend kita jadi “weak end” karena salah lokasi liburan. Oke sobat travellers buat nambah-nambah referensi tempat liburan asyik untuk dikunjungi, saya akan paparkan tempat-tempat wisata sejarah dikota di Bumi Sriwijaya sebagai lanjutan dari Wisata sejarah di Kota Palembang bagian 1.

  1. Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak merupakan sebuah keraton kesultanan Palembang Dasrussalam yang diprakarsai pada abad ke 18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin. Berbeda dengan letak keraton kesultanan yang lama, letak Benteng Kuto besak ini berada tepat di pusat perniagaan kesultanan palembang darussalam.

Sekarang area Benteng Kuto Besak atau lebih akrab disebut BKB oleh sebagian besar masyarakat Palembang dijadikan tempat wisata ruang terbuka, untuk Benteng Kuto Besak sendiri dijadikan museum dan markas TNI dan area didepan Benteng Kuto Besak dijadikan tempat untuk menikmati keindahan sungai musi dan jembatan Ampera khususnya pada malam hari. Dan jika travelers datang kesini akan banyak ditemukan beragam jenis kuliner yang merakyat.Untuk mengakses Benteng Kuto Besak tidaklah begitu sulit karena letaknya berdekatan dengan masjid agung palembang dan persis dibawah Jembatan Ampera dibagian Hilir.

Benteng Kuto Besak


  1. Kawah Tengkurep

Destinasi selanjutnya adalah Kawah Tengkurep. Kawah Tengkurep merupakan kompleks pemakaman raja dan ratu kesultanan Palembang Darussalam. Bentuknya bangunan pemakamannya yang khas sepeti kawah yang terbalik, didalam kompleks pemakaman ini terbagi menjadi 4 cungkup dan masing-masing cungkup merupakan makam bagi raja, ratu dan pembesar pada masa pemerintahannya.

Lokasi kawah tengkurep ini cukup tidak strategis namun bukan berarti sulit untuk ditempuh,  Kawah Tengkurep ini terletak di daerah Lemabang, tepatnya berada di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II.

Travellers bisa mengakses tempat ini menggunakan angkutan umum jurusan Ampera – Lemabang, lalu turun di pasar Lemabang, ongkos angkotnya IDR 3500, lalu naik ojek kearah kompleks pemakaman kawah tengkurep yang terletak di jalan perintis kemerdekaan, ongkosnya IDR 5000.

Kawah Tengkurep


  1. Jembatan Ampera

Jembatan Ampera seolah telah menjadi identitas kota Palembang, belum afdhol kiranya jika berkunjung ke Palembang namun belum mampir ke Jembatan Ampera. Kalau kita tinjau dari sudut pandang sejarah, Keberadaan jembatan Ampera merupakan anugrah bagi Kota palembang yang dapat menguhubungkan daerah hulu dan hilir yang dipisahkan sungai musi. Jembatan ini pertama kali dibangun Pada tahun 1962 dan selesai pada tahun 1965 yang digagas oleh presiden Soekarno sebagai hasil rampasan perang dari Jepang. Awalnya jembatan ini bernama jembatan Bung Karno namun karena krisis politik tak lama setelah jembatan ini diresmikan dan gerakan anti Soekarno yang menguat maka jembatan ini dinamaj Ampera (Amanat Penderitaan  Rakyat).

Secara Teknikal, jembatan ini bisa dikatakan jembatan termodern dizamannya, dengan panjang : 1.117 m, lebar : 22 m dan tinggi : 11.5 m dari permukaan air. Dan terdapat dua buah menara xengan tinggi : 63 m dari permukaan tanah dengan jarak antar menara : 75 m. Dua menara tinggi ini bisa dinaik turunkan jika ada kapal besar yang ingin melewati jembatan ini. Namun sekarang bandul mekanis untuk naik turunny jembatan sudah tidak difungsikan lagi mengingat sudah jarangnya transportasi yang menggunakan kapal besar yang melalui wilayah perairan sungai musi.

Sekarang keindahan jembatan Ampera masih bisa kita nikmati dengan kisah sejarahnya dan keindahan fisiknya khususnya di malam hari.

jembatan ampera


  1. Sungai Musi

Jikalau mesir menjadi megah karena sungai nil, Timur tengah menjadi indah dengan sungai eufrat dan tigris maka di salah satu kota tertua di Indonesia mempunyai kemegahan serupa berupa sungai musi yang membelah kota palembang menjadi dua bagian. Tak berlebihan menurut saya yang (belum) pernah melihat keindahan kota Venesia yang sering dibangga-banggakan oleh orang eropa untuk mengatakan Kota palembang merupakan Venesia van Sumatra dengan sungai Musinya yang melegenda.
Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di sumatra dengan panjang mencapai 750 KM. Dahulunya sungai musi merupakan pusat perdagangan di kerajaan sriwijaya dimana dahulu pusat perdangan dilakukan dari akses laut.

Sekarang sungai musi dijadikan salah satu objek wisata yang sedang dikembangkan oleh pemerintah kota palembang dengan memfasilitasi wisatawan untuk “membelah” kota palembang dengan mengelilingi sungai musi yang menampakan rumah rakit dan rumah limas khas kota palembang. Disamping itu dipinggiran sungai musi kita dapat menikmati makanan khas palembang terapung di Riverside dan kampung kapitan.

sungai musi


 

Wisata Sejarah di Kota Palembang bagian 2 (Finished)
5 (100%) 1 vote
(Visited 541 times, 1 visits today)


1 thought on “Wisata Sejarah di Kota Palembang bagian 2 (Finished)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *