Komunitas Blogger Berbagi Cerita Traveling di Palembang

Yuk Wisata Sejarah Ke Monpera Palembang: Saksi Bisu Perang Lima Hari Lima Malam

Yuk Wisata Sejarah Ke Monpera Palembang: Saksi Bisu Perang Lima Hari Lima Malam

Monpera Palembang

HelloPalembang…! Travelers… ngomongin wisata sejarah, pastinya setiap kota mempunyai cerita masa lalunya masing-masing, begitu juga kota Palembang, tepat ditengah-tengah kota di area landmark kota Palembang, berdiri kokoh Monumen Perjuangan Rakyat atau yang sering disebut dengan Monpera, sebuah bangunan yang didedikasikan untuk mengenang sebuah tragedi penting di masa silam masyarakat kota Palembang, yang dikenal dengan peristiwa perang lima hari lima malam.

Monpera Palembang

Jadi ceritanya 68 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Januari 1947, seluruh masyarakat Palembang berjuang secara mati-matian selama lima hari lima malam guna melawan Belanda yang berusaha merebut kembali kemerdekaan yang telah berhasil diperoleh oleh bangsa Indonesia. Meski hanya menggunakan peralatan dan sejata sederhana, kegigihan masyarakat Palembang dalam berjuang berhasil membuat tentara Belanda kocar-kacir. Hingga akhirnya pada 6 Januari 1947 tercapailah kesepakan gencatan senjata. Maka dari itu untuk mengenang semangat perjuang pada masa itu dibangunlah Monpera.

Monpera Palembang

Sejak diresmikan oleh Menko Kesra, Alamsyah Ratu Perwira Negara pada tanggal 23 Februari 1988, museum ini ramai dikunjungi sebagai salah satu objek wisata sejarah di Kota Palembang. Hingga sekarang, museum ini juga sering dikunjungi oleh siswa-siswa dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan dalam rangka menggali sejarah dari ibukota provinsi ini. Eitss.. gak hanya itu, disaat car free day pun juga menjadi tujuan wisata, selain melihat benda-benda peninggalan masa lalu disetiap lantainya, Travelers pun juga bisa menikmati pemandangan kota Palembang dari atas atap Monpera ini.

Monpera Palembang

Arsiteknya yang unik membuat monumen ini sangat mudah ditemukan dan dikenali dengan bentuknya yang menyerupai bunga melati berkelopak lima, maknanya adalah sucinya perjuangan para pahlawan masa itu. Bangunannya sendiri terdiri dari lima lantai ini, Di lantai pertama Traveler dapat menjumpai foto masa perjuangan enam tokoh perang kemerdekaan seperti AK Gani, M Isa, Haji Abdul Rozak, Mayjen TNI H Bambang Utoyo, Brigjen TNI H Hasan Kasim dan Kolonel H Barlian. Sementara, di lantai dua tempat penyimpanan 14 pucuk senjata di ruang khusus berdinding kaca yang sebagian besar merupakan hasil rampasan perang zaman sebelum kemerdekaan.Senjata yang disimpan seperti jenis pistol, senapan, kecepek, ranjau hingga alat pelontar bom yang sering digunakan pejuang tempo dulu. Termasuk berbagai dokumen perang dan benda-benda bersejarah lainnya. Untuk lantai ketiga, terdapat enam replika tokoh pejuang yang berasal dari Sumsel, serta koleksi pakaian dinas baik sipil maupun militer yang digunakan saat itu.Sedangkan lantai empat, lima, dan enam masih belum terisi oleh banyak koleksi. Hal ini disebabkan masih menunggu ahli waris dari para pejuang.

Monpera Palembang

Travelers… Jika berwisata ke Palembang, yuk sempatin mampir ke Monpera yang sangat mudah diakses menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Untuk aksesnya ke lokasi Monpera ini sangat mudah karena terletak ditengah kota, dan lahan parkirnya juga luas, dan tiket masuk kesini murah banget, yakni Rp. 2000,-, gimana travelers yang suka banget menjelajah sejarah, dengan harga tiket segitu bisa langsung merasakan flashback perjuangan masyarakat kota Palembang dimasa lampau loh. Monpera bisa dikunjungi setiap Senin-Jumat dan buka pukul 08.00-15.30 WIB, khusus Sabtu dan Minggu, Monpera buka pukul 08.00-16.00 WIB. Bagi Travelers yang bingung mau nginep dimana, tenang kok, banyak banget hotel murah di Palembang dan sekitaran landmark-nya. Jadi pesan tiket ke Palembang sekarang juga.

Yuk Wisata Sejarah Ke Monpera Palembang: Saksi Bisu Perang Lima Hari Lima Malam
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,077 times, 1 visits today)


5 thoughts on “Yuk Wisata Sejarah Ke Monpera Palembang: Saksi Bisu Perang Lima Hari Lima Malam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *