Menikmati Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Jika Museum Balaputra Dewa punya banyak koleksi dari zaman dulu, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II gak kalah punya koleksi menarik. Dibandingkan dengan Museum Balaputra Dewa yang berada kira-kira 5 Kilometer dari pusat kota, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II ini justru terletak dekat sekali dengan Jembatan Ampera di pusat kota. Jadi, bagi yang biasanya jalan-jalan ke Jembatan Ampera di sianag hari pastilah menyempatkan diri ke museum nan menarik ini.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memang termasuk museum yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara karena letaknya yang strategis berada di tepi Sungai Musi, dekat landmark kota Palembang, yaitu Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. Sesuai namanya museum ini lebih banyak mengoleksi ragam kesultanan Palembang dari mulai arkeologi, etnografi, biologi, seni dan juga informasi tentang pengumpulan mata uang (numismatics).

Koleksi adat Palembang
Koleksi khas adat Palembang

Museum ini juga menarik karena arsitekturnya yang khas, yaitu berbentuk rumah ada khas Palembang, Rumah Limas. Museum ini terdiri dari 2 lantai tapi hanya lantai atas yang dijadikan ruang pamer koleksi museum. Kita diajak masuk ke museum dengan tangga dibagian depan dan masuk seperti benar-benar berada di rumah adat Palembang dengan membuka alas kaki. Ya, karena seperti rumah kita akan melihat bersih dan nyamannya berada di rumah berlantai kayu nan nyaman.

Mesjid Agung
Rumah Limas dan Mesjid Agung

Untuk para pengunjung bisa memasuki ruang pamer Museum Sultan Mahmud Badaruddin II ini dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000 untuk dewasa dan Rp. 1.000 untuk anak-anak, berbeda lagi kalau kalian akan datang beramai-ramai dengan rombongan ya. Saya merasa ikhlas sekali membayar tiket masuk untuk memasuki museum ini karena museumnya begitu nyaman, bersih dan terawat dengan baik semua koleksinya. Museum ini dulunya pernah dijadikan istana kesultanan Palembang Darussalam.

Museum SMB II
Sebagian koleksi Museum SMB II

Di bagian depan sebelah kiri, kita bisa melihat replikasi prasasti-prasasti seperti prasasti Talang Tuo, Kedukan Bukit, Prasasti Boom Baru dan Prasasti Telaga Batu. Bagian kanan kita bisa melihat Silsilah Raja Palembang dan juga lukisan dari Perang Palembang tahun 1821. Masuk ke bagian dalam lagi baru kita akan melihat koleksi kain-kain khas Palembang seperti Songket, Sewet Tajung, Pakaian khas kesultanan Palembang, alat tenun songket, pakaian pernikahan, pelaminan, kerajinan ukir Palembang hingga pakaian dan perabotan khas untuk lahiran dan khitanan anak.

Lukisan Perang Palembang
Lukisan Perang Palembang

Ada juga senjata khas yang digunakan dulu saat perang, maket Mesjid Agung dan Rumah Limas, koleksi kuningan peralatan masak, hingga koleksi pecahan uang yang digunakan dari dulu hingga sekarang. Walau sepertinya koleksi di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II ini sedikit tapi semuanya benar-benar mencirikan Palembang dan Sumatera Selatan.

Bagi yang berencana ke Palembang, jangan lupa ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ya, biar lebih banyak tahu lagi soal sejarah Palembang 🙂

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang

Jl. Sultan Mahmud Badaruddin No. 2 Palembang

Menikmati Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang
5 (100%) 3 votes
(Visited 2,087 times, 1 visits today)

full time mother | part time blogger | crocheter | pisces | part of Blogger Wongkito

3 Comments

  1. Bima Kurniawan
    June 16, 2015

    musium ini ramai sekali kalo lagi pemilihan bujang gadis Palembang…

    Reply
  2. Nina
    June 16, 2015

    Betah lama lama disini, selain adem juga banyak pengetahuan tentang sejarah 🙂

    Reply
  3. suzan
    June 16, 2015

    Memang disini adem banget, lantai kayu yang umurnya ratusan tahun ditambah langit-langitnya yang tinggi buat Museum ini terkesan hommy banget

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *